makalah pengorganisasian perusahaan bisnis


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Latar belakang dibuatnya makalah ini adalah semakin banyaknya orang-orang yang membuka bisnis dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari bisnis warung kecil, online shop hingga restoran atau sebuah perusahaan besar. Tetapi, tak banyak orang-orang yang membuka bisnis tersebut mengetahui tentang sebuah organisasi serta struktur yang tepat untuk dipakai pada suatu organisasi bisnis serta peluang yang terdapat di dalamnya. Sehingga mereka tidak mengetahui tentang sebuah organisasi bisnis yang sedang mereka jalani. Agar masyarakat umum mengetahui apa itu organisasi bisnis dan bentuk-bentuk dari organisasi bisnis. Agar masyarakat yang ingin mendirikan usaha bisnis tidak terkena suatu hukum dan sudah tahu apa saja yang diperlukan bila ingin mendirikan suatu usaha bisnis dan mengetahui apa saja kelemahan dan kebaikan dari usaha bisnis tersebut.
Setiap organisasi bisnis maupun instansi pemerintahan dalam menjalankan aktivitasnya membutuhkan dana yang digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan yang diperlukan dalam membiayai kegiatan-kegiatan yang bersifat operasional maupun non operasional. Kompleksnya kegiatan-kegiatan yang dilakukan, menjadikan dana sebagai sumber utama dalam pemenuhan kebutuhan organisasi bisnis maupun instansi pemerintahan.

1.2  Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan serta kesadaran masyarakat umum mengenai ciri dan karakteristik suatu organisasi bisnis serta peluang yang terdapat di dalamnya.

1.3  Landasan Teori
Menurut Wikipedia, Bisnis berarti:
Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
*      Bentuk dasar kepemilikan bisnis
Meskipun bentuk kepemilikan bisnis berbeda-beda pada setiap negara, ada beberapa bentuk yang dianggap umum:
·      Perusahaan perseorangan
·      Persekutuan
·      Perseroan
·      Koperasi
Dalam sebuah usaha dibutuhkan sebuah organisasi bisnis yang sesuai. Ahli manajemen mengemukakan prinsip-prinsip dalam mencapai organisasi yang baik:
1.  Prinsip hirarkhi adalah filsafat yang mengharuskan adanya rangkaian pimpinan
      yang jelas dari posisi paling tinggi ke posisi paling rendah dalam sebuah
      perusahaan.
2. Prinsip kesatuan komando adalah filsafat bahwa tiap orang di perusahaan harus
     melaporkan hanya kepada satu pengawas. Ini menjamin bahwa tiap perintah dapat  
     dimengerti dan tidak terjadi pertentangan perintah dari dua atau lebih pengawas.
















BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Struktur Organsasi
Struktur organisasi adalah gambaran struktur yang mengindikasikan gelar dari tiap posisi kepemimpinan dan dihubungkan dengan garis yang menunjukkan kepada siapa bertanggung jawab, dan siapa yang memimpin perintah dalam tiap departemen.
Rantai pimpinan atau rantai kekuasaan adalah garis dimana wewenang dari presiden untuk pekerja di posisi terbawah pada grafik organisasi. Selanjutnya, arus tanggung jawab dari bawah ke atas adalah sama, yaitu pekerja bertanggung jawab kepada presiden.
ü Contoh Struktur Organisasi


 


                                                                                                           










 
 

                                                                                              
Asisten Pimpinan Keuangan
 
Pengontrol
 
Pabrik 1 : Manajer
 
Pabrik 2 : Manajer

 
    






 



2.2    Pengertian Organisasi Bisnis
Organisasi bisnis yaitu suatu organisasi yang melakukan aktivitas ekonomi dan bertujuan untuk menghasilkan keuntungan (profit). Contoh organisasi bisnis salah satunya adalah radio. Radio disebut organisasi bisnis karena tujuan ekonominya adalah menghasilkan keuntungan melalui kegiatan penyampaian informasi dan hiburan kepada masyarakat.

2.3    Bentuk-Bentuk  Organisasi Bisnis
2.3.1  Perusahaan Perseorangan
      Perusahaan Perseorangan adalah perusahaan yang dikelola dan diawasi oleh satu orang, dimana pengelola perusahaan memperoleh semua keuntungan perusahaan, tetapi ia juga menanggung semua resiko yang timbul dalam kegiatan perusahaan. Pendirian perusahaan perseorangan tidak diatur dalam KUHD dan tidak memerlukan perjanjian karena hanya didirikan oleh satu orang pengusaha saja. Perusahaan perseorangan dibagi dalam 2 kelompok yaitu :
● Usaha Perseorangan Berizin : memiliki izin operasional dari departemen
         teknis. Misalnya bila perusahaan perseorangan bergerak dalam bidang 
         perdagangan, maka dapat memiliki izin seperti Tanda Daftar Usaha
         Perdagangan (TDUP), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).
●  Usaha Perseorangan Yang Tidak Memiliki Izin. Misalnya usaha       
         perseorangan yang dilakukan para pedagang kaki lima, toko barang
         kelontong, dan lain sebagainya.

2.3.2  Persekutuan Firma
Firma adalah bentuk badan usaha yang didirikan oleh beberapa orang dengan menggunakan nama bersama atau satu nama digunakan bersama. Dalam firma semua anggota bertanggung jawab sepenuhnya baik sendiri-sendiri maupun bersama terhadap utang-utang perusahaan kepada pihak lain. Bila perusahaan mengalami kerugian akan ditanggung bersama, kalau perlu dengan seluruh kekayaan pribadi mereka.
    Firma harus didirikan dengan akta otentik yang dibuat di muka notaris. Akta Pendirian Firma harus didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan Firma yang bersangkutan. Setelah itu akta pendirian harus diumumkan dalam Berita Negara atau Tambahan Berita Negara. Tetapi karena Firma bukan merupakan badan hukum, maka akta pendirian Firma tidak memerlukan pengesahan dari Departemen Kehakiman RI. Pendirian, pengaturan dan pembubaran Firma diatur di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD).
Firma bukan merupakan badan usaha yang berbadan hukum karena :
●  Tidak ada pemisahan harta kekayaan antara persekutuan dan pribadi  
     sekutu-sekutu, setiap sekutu bertanggung jawab secara pribadi untuk
     keseluruhan.
●  Tidak ada keharusan pengesahan akta pendirian oleh Menteri Kehakiman
     dan HAM.
Firma berakhir apabila jangka waktu yang ditetapkan dalam anggaran dasar telah berakhir. Selain itu, menurut Pasal 26 dan Pasal 31 KUHD Firma juga dapat bubar sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam anggaran dasar akibat pengunduran diri atau pemberhentian sekutu.

2.3.3 Perseroan Komanditer (Commanditer Vennootschap / CV)
       Perseroan Komanditer (CV) adalah adalah persekutuan yang didirikan oleh beberapa orang (sekutu) yang menyerahkan dan mempercayakan uangnya untuk dipakai dalam persekutuan. Para anggota persekutuan menyerahkan uangnya sebagai modal perseroan dengan jumlah yang tidak perlu sama sebagai tanda keikutsertaan di dalam persekutuan.
Berakhirnya CV, diatur dalam Pasal 31 KUHD yaitu:
●  Berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar (Akta
Pendirian).
●  CV berakhir sebelum jangka waktu yang ditetapkan, akibat pengunduran diri atau pemberhentian sekutu.
●  Akibat perubahan anggaran dasar (akta pendirian) di mana perubahan 
     anggaran dasar ini mempengaruhi kepentingan pihak ketiga terhadap CV.

2.3.4  Perseroan Terbatas (PT)
       Perseroan Terbatas (PT), dulu disebut juga Naamloze Vennootschhap (NV), adalah suatu badan hukum untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan, perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan.
       Perseroan terbatas merupakan badan usaha dan besarnya modal perseroan tercantum dalam anggaran dasar. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi pemilik perusahaan sehingga memiliki harta kekayaan sendiri. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan. Pemilik saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas, yaitu sebanyak saham yang dimiliki. Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan, maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Apabila perusahaan mendapat keuntungan maka keuntungan tersebut dibagikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Pemilik saham akan memperoleh bagian keuntungan yang disebut dividen yang besarnya tergantung pada besar-kecilnya keuntungan yang diperoleh perseroan terbatas.
     Selain berasal dari saham, modal PT dapat pula berasal dari obligasi. Keuntungan yang diperoleh para pemilik obligasi adalah mereka mendapatkan bunga tetap tanpa menghiraukan untung atau ruginya perseroan terbatas tersebut.

2.3.5 Koperasi
     Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas kekeluargaan. Menurut UU no. 25 tahun 1992, Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang melandaskan kegiatannya pada prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Status badan hukum koperasi diperoleh setelah memperoleh pengesahan dari pemerintah (MenteriKoperasi).
Modal Koperasi terdiri dari :
●  Modal sendiri dapat berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, sumbangan 
     suka rela, hibah dan dana cadangan Sisa Hasil Usaha.
●  Modal Pinjaman dapat berasal dari anggota, koperasi lainnya dan atau
     anggotanya, bank, penerbitan obligasi atau surat utang lainnya, sumber lain
     yang sah.

     Tujuan koperasi adalah meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur dan berlandaskan Pancasila dan UUD’45.


2.3.6  Yayasan
       Yayasan (Inggris: foundation) adalah suatu badan hukum yang mempunyai maksud dan tujuan bersifat sosial, keagamaan dan kemanusiaan, didirikan dengan memperhatikan persyaratan formal yang ditentukan dalam undang-undang. Di Indonesia, yayasan diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan. Rapat paripurna DPR pada tanggal 7 September 2004 menyetujui undang-undang ini, dan Presiden RI Megawati Soekarnoputri mengesahkannya pada tanggal 6 Oktober 2004.
        Pendirian yayasan dilakukan dengan akta notaris dan mempunyai status badan hukum setelah akta pendirian memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia atau pejabat yang ditunjuk. Permohonan pendirian yayasan dapat diajukan kepada Kepala Kantor Wilayah Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia yang wilayah kerjanya meliputi tempat kedudukan yayasan. Yayasan yang telah memperoleh pengesahan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia.
        Yayasan mempunyai organ yang terdiri atas Pembina, Pengurus, dan Pengawas. Pengelolaan kekayaan dan pelaksanaan kegiatan yayasan dilakukan sepenuhnya oleh Pengurus. Pengurus wajib membuat laporan tahunan yang disampaikan kepada Pembina mengenai keadaan keuangan dan perkembangan kegiatan yayasan. Pengawas bertugas melakukan pengawasan serta memberi nasihat kepada Pengurus dalam menjalankan kegiatan yayasan.
        Yayasan yang kekayaannya berasal dari negara, bantuan luar negeri atau pihak lain, atau memiliki kekayaan dalam jumlah yang ditentukan dalam undang-undang, kekayaannya wajib diaudit oleh akuntan publik dan laporan tahunannya wajib diumumkan dalam surat kabar berbahasa Indonesia.

2.3.7  BUMN
       Badan usaha milik negara (disingkat BUMN) atau perusahaan milik negara merujuk kepada perusahaan atau badan usaha yang dimiliki pemerintah sebuah negara.


2.3.8  Konsep Dasar dalam Struktur Organisasi
Penyusunan struktur organisasi melibatkan dua tahap. Tahap pertama adalah proses mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan spesifik dalam organisasi dan merancang orang untuk menjalankannya. Hasilnya adalah spesifikasi jabatan. Tahap kedua, setelah terspesialisasi, pekerjaan akan dikelompokkan ke dalam unit-unit logis. Proses ini disebut dengan departemenisasi. Lima bentuk departemenisasi yang dapat dipilih perusahaan adalah (1) departemenisasi berdasarkan pelanggan yang membagi toko-toko menjadi segmen sehingga lebih efisien dan memberikan layanan pelanggan lebih baik karena tenaga penjual cenderung melakukan spesialisasi; (2) departemenisasi produk, membagi organisasi ke dalam segmen menurut produk atau jasa spesifik; (3) departemenisasi berdasarkan proses, membagi organisasi menurut proses produksi; (4) departemenisasi berdasarkan geografik di manaperusahaan dibagi menurut wilayah yang dilayaninya dan (5) departemenisasi berdasarkan fungsi dimana organisasi dibagi menurut fungsi-fungsi kelompok seperti produksi, pemasaran dan penjualan, sumber daya manusia dan keuangan serta akuntansi. Pada umumnya perusahaan besar mengkombinasikan jenis departemenisasi yang
berbeda untuk berbagai level.
Tahap ke-dua, apabila pekerjaan telah dispesialisasikan dan didepartemenisasi maka perusahaan menetapkan hierarki pengambilan keputusan.Pengembangan hierarki merupakan hasil dari proses tiga langkah yaitu (1)Pemberian tugas, yaitu menentukan siapa yang dapat mengambil keputusan dan menspesifikasi bagaimana keputusan itu diambil; (2) Pelaksanaan tugas, yaitu mengimplementasikan keputusan yang telah diambil; dan (3) Pendistribusian wewenang yaitu memutuskan apakah organisasi itu tersentralisasi atau terdesentralisasi.
Karyawan ataupun manajer dalam organisasi pasti memiliki wewenang dan tanggung jawab tertentu. Tanggung jawab adalah kewajiban untuk menjalankan tugas yang sudah diberikan. Wewenang merupakan hak yang dimiliki seseorang karyawan pada posisi tertentu untuk mengambil keputusan berkaitan dengan tuntutan pekerjaannya, yang telah diatur oleh organisasi. Setiap manajer juga memiliki rentang kendali atas karyawan. Tiga bentuk wewenang dalam organisasi adalah:
a)      Wewenang lini.
Wewenang ini mengalir ke atas dan ke bawah rantai komando. Bentuk wewenang lini muncul karena banyak perusahaan saat ini bergantung pada departemen lini yaitu departemen yang berkaitan langsung dengan produksi dan penjualan produk tertentu.


b)      Wewenang staff
Adalah wewenang yang didasarkan pada keahlian dan biasanya berupa tugas memberikan nasihat kepada manajer lini.Para anggota staff membantu departemen lini mengambil keputusan namun tidak memiliki wewenang untuk mengambil keputusan.


c)      Wewenang komite dan kelompok.
Wewenang ini diberikan kepada komite atau tim kerja yang terlibat dalam operasional perusahaan sehari-hari. Tim kerja adalah kelompok operasi karyawan yang diberi kuasa untuk merencanakan dan mengorganisasikan kerja mereka sendiri dan menjalankannya dengan sedikit supervisi. Perusahaan dapat lebih bersifat sentralisasi ataupun desentralisasi dalam pemberian wewenang kepada karyawan.
Sentralisasi merupakan filosofi manajemen yang menekankan pada sekelompok kecil orang dalam struktur organisasi yang memiliki wewenang membuat keputusan. Sedangkan desentralisasi merupakan suatu filososfi organisasi dan manajemen yang mendelegasikan wewenang membuat keputusan pada level manajemen dibawahnya pada suatu organisasi. Dengan lapisan manajemen yang lebih sedikit, perusahaan yang terdesentralisasi mencerminkan suatu struktur organisasi datar. Perusahaan yang tersentralisasi menuntut adanya berbagai lapisan manajemen dan dengan demikian membentuk struktur organisasi tinggi. Distribusi wewenang juga memengaruhi jumlah orang yang dikendalikan oleh seorang manajer,yang disebut dengan rentang kendali (span of control).Dalam struktur organisasi yang datar biasanya rentang kendali bersifat luas sementara dalam organisasi yang tinggi rentang kendalinya lebih sempit.
2.3 fungsi pengorganisasian
Fungsi pengorganisasian berhubungan dengan pemetaan dalam pemanfaatan sumber daya yang ada dalam suatu organisasi, termasuk didalam nya menyangkut kegiatan kerja dari sumber daya manusia yang terlibat dalam menjalankan suatu kegiatan atau program yang sudah direncanakan. Berikut adalah variasi struktur organisasi:
1.      Organisasi garis
Organisasi ini di unkapakan oleh Hendri fayol. Organisasi garis yaitu dimana organisasi masih kecil, praktis dan sederhana, jumlah karyawan sedikit, pimpinan dan karyawan saling mengenal, spesialis kerja belum tinngi, hanya mengenal satu komando, strutur organisasi sangat sederhana.
2.      Struktur Organisasi Fungsional
Pada struktur organisasi fungsional awalnya diciptakan oleh F.W.Taylor. Konsep struktur ini asal berasal dari adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan secara jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang dalam memberikan perintah kepada setiap bawahan, sepanjang masih ada hubungan terhadap fungsinya. Jadi, setiap pegawai bisa mempunyai atasan lebih dari satu dan berbeda.

3.      Struktur organisasi Garis Dan Staf
Seperti namanya, struktur organisasi ini merupakan metode kombinasi yang di kembangkan oleh Harrington Emerson. Pada umumnya banyak digunakan pada organisasi yang besar, dengan bidang tugas yang beragam dan jumlah karyawan yang banyak sehingga pimpinan tidak bisa bekerja sendiri, tapi memerlukan bantuan staf. Staf disini merupakan orang yang ahli dalam bidang tertentu untuk memberikan nasihat pada pimpinan pada bidang tersebut.
2.3.9  Sarana manajemen
            Pencapaian tujuan dalam suatu organisasi telah ditentukan sebelumnya. Oleh karena itu, dalam proses manajemen di perlukan jumlah sarana atau alat untuk mencapai tujuan tersebut, sarana tersebut terfomulasikan menjadi 6 M, yaitu sebagai berikut :
1.      Man (Manusia)
Manusia merupakan faktor terpenting dari manajemen karena subyek dari proses manajemen adalah manusia. Tujuan yang ditetapkan dalam manajemen dibuat oleh manusia dan proses mencapai tujuan itu sendiri dijalankan oleh manusia.
2.      Money (Uang)
Uang dibutuhkan untuk memperoleh sejumlah sumber daya ekonomi, seperti bahan baku, tenaga kerja dan berbagai sumber ekonomi lainya, serta satuan nilai dari produk manajemen. Dalam hal ini, uang berfungsi ganda, yaitu sebagai alat tukar untuk mendapatkan sumber daya ekonomi dan sebagai satuan nilai terhadap produk manajemen.
3.      Methods (Metode)
Metode dapat diartikan sebagai pendekatan atau tata carayang dilakukan dalam mencapai tujuan. Tata cara tersebut meliputi cara kerja manusia, cara penggunaan mesin, cara pengelolaan materi dan uang serta sumber daya ekonomi lainnya yanng digunakan selama proses manajemen berlangsung.
4.      Machines (Mesin)
Mesin dibutuhakan dalam rangka meningkatkan produktivitas kerja, mempercepat proses produksi serta meningkatkan proses kualitas, dan kualitas hasil produksi.
5.      Materials (Materi/Bahan)
Materi menjadi objek manajemen yang dikelola untuk mencapai tujuan tertentu. Materi atau bahn baku dapat berupa barang setengah jadi maupun baran jadi

6.      Market (Pasar)
Faktor penguasaan pasar akan berdampak  terhadap jangkau luas pemasaran produk, volume penjualan produk, dan keberlangsungan proses produksi suatu produk, serta besar kecilnya pendapatan yg di peroleh dari hasil pemasaran produk hasi produksi.
2.3.10 fungsi manajemen
1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan merupakan fungsi awal manajemen yang dimulai dari penetapan tujuan dan kemudian menetapkan perencanaan untuk mencapai tujuan tersebut. Perencanaan berhubungan dengan tujuan yang akan dicapai dimasa datang. Berdasar rentang waktu pencapaian tujuan organisasi dapat dikelompokkan menjadi:

·         Tujuan jangka panjang
Tujuan yang dibuat untuk jangka waktu yang cukup lama, biasanya lebih dari 5 tahun dan merupakan panduan suatu organisasi akan berkembang dan menjadi perusahaan seperti apa.

·         Tujuan jangka menengah
Tujuan yang lebih cepat waktu pencapaiannya dan biasanya merupakan penjabaran dari tujuan jangka panjang yang coba akan dicapai pada rentang waktu yang lebih singkat.Periode pelaksanaan biasanya  –5 tahun.


·         Tujuan jangka pendek
Tujuan yang disusun untuk waktu kurang dari 1 tahun yang berhubungan dengan operasional rutin organisasi.Setelah menetapkan tujuan organisasi kemudian perlu adanya perencanaa kegiatan yang jelas untuk mencapai tujuan. Adapun tingkatan rencana kegiatan organisasi dapat dibagi dalam tiga tingkatan yaitu:

§  Rencana strategik
Rencana strategik berisi tentang alokasi sumber daya yang dimiliki organisasi, dan langkah–langkah yang perlu dilakukan untuk dapat mencapai tujuan jangka panjang(strategis) perusahaan. Rencana ini biasanya disusun oleh pinpinan organisasi yang menentukan arah organisasi. Rencana strategis merupakan visi perusahaan dimasa datang yang merupakan tujuan yang akan dicapai dalam jangka panjang.
§  Rencana taktis
Rencana taktis lebih pendek rentang waktunya dan merupakan penerapan dari rencana strategik yang sudah disusun oleh perusahaan. Perencanaan taktis biasanya melibatkan tingkatan manajemen menengah.

§  Rencana operasional
Rencana operasional berhubungan dengan kegiatan operasional rutin sehari–hari yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek organisasi.

2. Pengorganisasian (Organizing) dan pembentukan staff (Staffing)
Pengorganisasian adalah suatu proses memperoleh dan mengatur sumber daya perusahaan baik manusia, modal, dan teknologi untuk dapat secara baik menjalankan rencana yang sudah dibuat dan mencapai tujuan organisasi. Pembentukan staffmerupakan pemilihan dan penempatan sumber daya manusia yang akan melaksanakan rencana kegiatan yang telah disusun sehingga akan dapat berjalan dengan baik dan tepat.

3. Pengarahan (Directing)
Pengarahan adalah fungsi manajemen yang bertujuan untuk memberikan panduan dan panutan kepada karyawan sehingga kegiatan operasional akan berjalan sesuai dengan yang diinginkan oleh organisasi. Pengarahan berkaitan dengan kepemimpinan seseorang terhadap orang lain dan membentuk suasana yang kondusif dan dinamis sehingga karyawan termotivasi untuk bekerja dan mencapai tujuan organisasi.

4. Pengendalian (Controlling)
Pengendalian merupakan bentuk pengawasan dan kontrol dari manajemen terhadap kegiatan operasional organisasi apakah sudah sesuai dengan rencana yang ditetapkan dan sesuai dengan arah tujuan organisasi. Pengendalian mencegah adanya kegagalan dengan cara mengamati kinerja organisasi secara keseluruhan dan melakukan evaluasi apabila diperlukan.
Fungsi pengendalian berawal dari penetapan standar penilaian, pengukuran kinerja kegiatan apakah sesuai dengan standar, mengevaluasi hasil kinerja, dan terakhir melakukan koreksi ataupun perbaikan bila diperlukan.
Pengendalian mencegah adanya kegagalan dengan cara memonitor kinerja individual, departemen, divisi dan kinerja keseluruhan demi kesuksesan organisasi. Dengan kata lain, fungsi ini berusaha mencegah timbulnya masalah, mendefinisikan masalah jika timbul dan kemudian mencari solusi pemecahan masalah secepat dan seefektif mungkin.

2.6  Level Manajemen
Manajemen pada dasarnya dibagi dalam 3 tingkatan yaitu:

1.Manajer puncak (Top manager)

Manajer puncak bertanggung jawab secara keseluruhan terhadap kinerja dan arah perusahaan. Manajer puncak biasanya menentukan tujuan strategis (jangka panjang) dan membuat rencana strategis perusahaan.

2.Manajer menengah (Middle manager)
Manajer menengah mewakili manajer puncak dalam mengawasi kegiatan operasional perusahaan dan menyampaikan tujuan strategis dan rencana strategis kepada manajer yang ada dibawah mereka. Manajer menengah memiliki tanggung jawab untuk mengawasi manajer lini. Manajer menengah biasanya mengelola tujuan jangka menengah dan mengimplementasikan rencana taktis organisasi.

3. Manajer lini (First line manager)
Manajer ini memiliki tanggung jawab untuk mengawasi kinerja karyawan organisasi dan secara langsung berhubungan dengan karyawan. Manajer lini berhubungan dengan kegiatan operasional rutin dalam organisasi dan memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa kegiatan organisasi dapat berjalan dengan lancar.

2.3.11   Peranan Manajemen

Peranan manajer untuk menjalankan aktivitas organisasi pada umumnya terdiri dari tiga peran utama, yaitu:

1.Peran interpersonal
Peran interpersonal dilakukan manajer berhubungan dengan karyawan dan orang-orang disekitarnya. Peran interpersonal meliputi:

§  Figurehead
yaitu kewajiban pimpinan untuk mengikuti acara–acara sebagai wakil perusahaan

§  Leader
yaitu manajer berperan sebagai pemimpin untuk memacu kinerja karyawan

§  Liaison
yaitu peran manajer dalam berhubungan dengan pihak lain diluar hubungan atasan dan bawahan

2.Peran informasi
Manajer berperan dalam memperoleh dan menyebarkan infomasi yang berkaitan dengan organisasi. Peran ini meliputi:

§  Monitor
manajer berperan mengawasi kebutuhan informasi yang diminta organisasi

·         Disseminator
manajer berperan menyebarkan informasi yang relevan dan dibutuhkan oleh bawahannya




·         Spokeperson
manajer berperan sebagai juru bicara perusahaan kepada pihak lain yang membutuhkan informasi.

·         Peran pengambil keputusan
Sebagai pimpinan harus dapat mengambil keputusan yang tepat. Peran manajer sebagai pengambil keputusan meliputi:

·         Entrepreneur
yaitu manajer perlu memiliki sikap kreatif dan berjiwa kewirausahaan dalam pengembangan organisasi

·         Disturbance handler
 manajer berperan dalam menangani permasalahan ataupun konflik yang timbul dalam organisasi

·         Resource allocator
manajer berperan dalam menentukan alokasi sumber daya yang dimiliki sehingga dapat digunakan dengan optimal

2..3.12  Keterampilan Manajemen

Untuk dapat menjalankan peran yang dimiliki secara efektif, maka manajer perlu dibekali keterampilan–keterampilan khusus yang dibutuhkan. Adapaun keterampilan
itu meliputi:
1. Keterampilan teknis
Keterampilan teknis berhubungan dengan pengetahuan dan kemampuan manajer memahami dan menjalankan proses produksi ataupun operasi sesuai tuntutan tugasnya. Contohnya: manajer akuntansi perlu memahami konsep dan kemampuan tentang sistem akuntansi dan laporan keuangan.


2. Keterampilan interpersonal
Keterampilan interpersonal merupakan kemampuan manajer dalam mengelola dan membina hubungan dengan pihak lain secara efektif sehingga akan sesuai dengan tujuan organisasi. Contoh: kemampuan manajer untuk memotivasi karyawan dalam bekerja dan bersosialisasi.

3. Keterampilan konseptual
Keterampilan ini mengacu pada kemampuan manajer untuk dapat menjabarkan situasi lingkungan organisasi dan menjabarkannya kedalam ide-ide yang dirangkum dalam suatu solusi ataupun gambaran kegiatan organisasi di masa dating. Keterampilan ini menyangkut kemampuan mengidentifikasi masalah, mencari alternatif solusi, dan juga mampu memilih alternatif terbaik bagi organisasi

2.9 Bentuk Struktur Organisasi
Struktur organisasi perusahaan mempunyai empat bentuk dasar yaitu:

a)Struktur organisasi fungsional.
Merupakan bentuk organisasi bisnis yang wewenangnya ditentukan oleh keterkaitan antara fungsi dan aktivitas bisnis dasar, biasanya mencakup pemasaran, operasional, sumber daya manusia dan keuangan.

b)Struktur organisasi divisional.
Adalah struktur organisasi yang berdasarkan divisi-divisi yang beroperasi sebagai unit bisnis yang relatif otonom, di bawah naungan korporasi yang lebih besar. Divisi merupakan departemen yang menyerupai bisnis terpisah yang memproduksi dan memasarkan produk-produknya sendiri.

c)Struktur organisasi matriks.
Adalah struktur organisasi yang dibentuk berdasarkan kelompok-kelompok dan anggota kelompok melapor kepada dua manajer atau lebih, satu dengan keahlian fungsional dan yang lain dengan orientasi produk atau proyek.




d)Struktur organisasi internasional
Merupakan struktur yang berkembang karena bisnis memasuki pasar internasional dan dikembangkan untuk merespon kebutuhan memproduksi, membeli ataupun menjual di pasar global. Seiring dengan perkembangan lingkungan bisnis dan persaingan yang semakin ketat maka perusahaan mengembangkan bentuk-bentuk struktur organisasi yang baru, diantaranya adalah:

a)Organisasi tanpa batas (boundaryless organization)
Dalam struktur ini, batas-batas dan struktur tradisional diminimalkan atau dihapuskan.

b)Organisasi tim
Bentuk struktur ini mengandalkan keberadaan tim-tim berbasis proyek dengan sedikit atau tanpa hierarki fungsional. Individu berpindah dari satu tim ke tim yang lain karena tuntutanproyek atau keterampilan yang dimiliki.
c)Organisasi virtual
karyawan tetap, sedikit staf dan tidak terlalu banyak fasilitas administatif. Agar tetap dapatmenyesuaikan dengan perubahan kebutuhan atau situasi tertentu maka manajer mempekerjakan karyawan sementara, menyewa fasilitas atau menggunakan tenaga luar untuk memberikan layanan dukungan.

d)Organisasi pembelajaranAdalah organisasi yang berfungsi untuk memudahkan pembelajaran dan pengembangan pribadi karyawan sepanjang hidup sambil terus mengubah dirinya untuk memenuhi permintaan dan kebutuhan yang berubah. Peningkatan bakat, keterampilan dan pengetahuan karyawan diperlukan sebagai strategi untuk perbaikan terus-menerus.

2.3.13 Dasar dasar pembentukan struktur organisasi.
1.      Spesialisasi
Proses mengidentifikasipekerjaan-pekerjaan khusus yang harus dilakukan dan menentukan siapa yang akan melakukannya menghasilkannya spesialisasi pekerjaan. Spesialisasi pekerjaan merupakan bagian alami dari pertumbuhan organisasi. Contohnya pekerjaan yang telah dispesialisasi itu lebih mudah dipelajari dan dapat dilaksanakan secara lebih efisien dibandingkanpekerjaan yang nonspesialisasi, dan juga mempermudah manajemen untuk menggantikan orang oramg yang meninggalkan organisasi.sebaliknya,pekerjaan ditingkatan organisasi yang lebih rendah sangat mudah terkena over-spesialisasi (spesialisasi yang berlebihan).
 
2.      Departementalisasi
Menetukan bagaimana sebaiknya mengelompokkan orang – orang yang melaksanakan tugas – tugas tertentu. Departementalisasi dapat dibedakan berdasarkan :
a.       Departementalisasi Berdasarkan Pelanggan
b.      Departementalisasi Berdasarkan Produk
c.       Departementalisasi Berdasarkan Proses.
d.      Departementalisasi Berdasarkan Geografis
e.       Departementalisasi Berdasarkan Fungsi






















BAB III
PENUTUP


3.1         Kesimpulan
    Pengertian organisasi bisnis yaitu suatu organisasi yang melakukan aktivitas ekonomi dan bertujuan untuk menghasilkan keuntungan (profit). Contoh organisasi bisnis adalah radio. Radio disebut organisasi bisnis karena tujuan ekonominya adalah menghasilkan keuntungan melalui kegiatan penyampaian informasi dan hiburan kepada masyarakat. Bentuk-bentuk organisasi bisnis ada tujuh yaitu Perusahaan Perseorangan, Persekutuan Firma, Perseroan Komanditer (Commanditer Vennootschap / CV), Perseroan Terbatas, Koperasi, Yayasan dan BUMN.
    Agar suatu usaha jelas adanya dan diakui, maka sebaiknya tentukan usaha apa yang anda jalankan dan buatlah struktur organsasi yang jelas. Tentukanlah rancangan kerja yang bagus, siapa dan kapan pekerjaan itu harus dilakukan. Dan akan lebih bagus lagi apabila usaha itu didaftarkan sebagai usaha yang resmi dan mempunyai izin.
Dari organisasi bisnis tersebut masing-masing memiliki ciri, krakteristik, kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda. Dan memiliki peluang serta resiko masing-masing.  Salah satunya dengan membuka perusahaan perseorangan atau sebuah bisnis yang didirikan secara individu atau berkelompok. Seperti online shop yang memiliki peluang cukup besar dalam dunia bisnis saat ini serta persaingan yang tajam namun tetap menguntungkan.










DAFTAR PUSTAKA

*      ORGANISASI BISNIS
LUSIA DALORA (pada 29 Desember 2010)





*    http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Muniya%20Alteza,%20SE.,M%20Si./Diktat%20Pengantar%20Bisnis.pdf
*       


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

penggunaan bahasa indonesia dalam budaya daerah bahasa minang

contoh proposal bisnis /usaha